ZDN NEWS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus mengintensifkan langkah penanganan bagi masyarakat yang terdampak berbagai bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem. Upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah bersama Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Serang langsung bergerak ke lapangan secara terpadu untuk membantu warga terdampak. Tak hanya memberikan arahan, Bupati dan Wakil Bupati Serang juga terjun langsung meninjau sejumlah lokasi bencana.
Bupati Ratu Rachmatuzakiyah mengunjungi beberapa titik terdampak, di antaranya Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) di Kecamatan Ciruas, Desa Sasasahan di Kecamatan Waringinkurung, serta wilayah Kecamatan Padarincang, termasuk Desa Rancasanggal yang terdampak banjir dan Desa Kadubeureum yang mengalami longsor.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Serang bersama OPD menyalurkan berbagai bantuan seperti paket sembako, perlengkapan tidur, obat-obatan, serta mengerahkan pompa air dan alat berat. Bantuan yang diberikan berasal dari kontribusi ASN di masing-masing OPD, BUMD, serta dukungan dari pihak perusahaan.
Penanganan bencana dilakukan tanpa mengenal waktu. OPD tetap turun ke lapangan meskipun di hari libur, bahkan hingga malam hari. Sementara para camat di wilayah terdampak disiagakan selama 24 jam, terutama di daerah yang warganya harus mengungsi.
Respons cepat ini menjadi bukti nyata kehadiran dan kepedulian Pemkab Serang terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus mencari solusi jangka panjang guna meminimalisir risiko bencana di masa mendatang.
“Berdasarkan informasi, banjir di wilayah ini memang terjadi hampir setiap tahun. Namun, kali ini ketinggian air menjadi yang tertinggi, bahkan mencapai sekitar 1,5 meter,” ujar Ratu Rachmatuzakiyah dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).
Ia mengaku prihatin atas musibah banjir yang melanda Perumahan BCP dan sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Serang. Oleh karena itu, pihaknya mengerahkan BPBD serta OPD terkait untuk membantu warga yang terdampak.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Meski normalisasi sungai sudah dilakukan di satu wilayah, ternyata daerah lain masih mengalami banjir,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Provinsi Banten, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), hingga pemerintah pusat, guna merumuskan langkah penanganan yang komprehensif. “Kami duduk bersama untuk mencari solusi terbaik,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas saat meninjau lokasi longsor di Gunung Kaupas, Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, menyatakan bahwa Pemkab Serang bersama TNI dan Polri bergerak cepat mengevakuasi warga ke tempat pengungsian yang lebih aman.
“Kehadiran saya di lokasi ini untuk memastikan seluruh kebutuhan warga dapat terpenuhi. Alhamdulillah, kebutuhan pangan sudah terlayani dengan baik karena di pengungsian telah tersedia dapur umum. Mohon doa agar seluruh warga yang terdampak bencana di Kabupaten Serang senantiasa diberikan keselamatan,” pungkasnya.